Minggu, 21 Mei 2017

Mereka yang hobi otomotif pasti tidak semua menyukai mobil kuno

Mereka yang hobi otomotif pasti tidak semua menyukai mobil kuno. Mungkin yang pertama dipikirkan adalah perawatannya yang ribet dan juga biaya mahal yang harus dikeluarkan karena kelangkaan suku cadang.

Tapi diakui oleh salah satu pengurus Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), Haryo Girisagoro Bashirun Alim, merawat mobil kuno tak sesulit yang dibayangkan.

Bahkan menurutnya mobil kuno lebih mudah dirawat karena sistemnya belum terkomputerisasi sehingga saat mengganti suku cadang bisa dilakukan sendiri tanpa harus pergi ke bengkel.
foto:okezone.com


"Jadi biasanya ini kan individu ada yang bisa memperbaiki sendiri karena dia mencintai ya dia ngoprek sendiri karena mobil kuno atau klasik itu tidak computerized jadi bisa dikerjain sendiri, kalau yang sekarang computerized dikit-dikit riset kan alatanya aja mahal kan," kata pria yang akrab disapa Giri ini.

"Enaknya mobil kuno tuh itu, alatnya aja bisa ngulik sendiri lah, maintenance sendiri," sambung Giri.

Soal suku cadang kata Giri, untuk mobil buatan Amerika, Chevrolet misalnya meski model jadul masih ada yang memproduksi spare partsnya disana.

"Yang susah dapetin mobilnya. Kalau perawatan gampang misalnya apa yang rusak, kaki-kaiya ada sebenernya mobil-mobil Bel Air di Amerika masih diproduksi panel-panelnya jadi kaya tamiya lah. Nanti kita bisa beli sendiri pake e-Bay," ungkap Giri

https://oto.detik.com/mobil/d-3493843/ini-nih-enaknya-punya-mobil-kuno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar